Quote

Rabb, maafkan hati yang masih banyak mengeluh. Padahal aku paham, tidak ada kuasa diatas kuasa-Mu. Maka, biarkan aku meminjam sedikit saja sifat berani dari sifat Maha-Mu, hingga titik – titik hidup ini dapat saling tersambung menjadi satu garis yang utuh tanpa jeda, menjadi garis – garis yang membentuk gambar tentang kisah cerita anak adam menuju pintu syurga-Mu. Dengan segala ridha-Mu tentunya. Amin. 

Advertisements

Berawal dari Cerita

Berawal dari seneng denger cerita orang-orang yang bisa jauh merantau ke negeri orang untuk belajar. Baca beragam novel yang berlatar belakang negeri Eropa, denger diskusi-diskusi terbuka tentang pengalaman mereka dalam menuntut ilmu di negeri seberang. Dari segala kerandoman itu mulai ada ketertarikan dengan segala informasi beasiswa-beasiswa yang ramai jadi perbincangan. Awalnya cuma berpikir “wah, luar biasa ya mereka bisa punya banyak kesempatan baik untuk pergi jauh beribu mil jaraknya dari kota kelahiran”. Mana ada kepikiran untuk bisa jadi salah satu dari mereka.

Bukan, bukan, semua pemikiran ini dan kesenangan dengan segala cerita sekolah ke negeri seberang baru beberapa tahun aja terbesit, setelah segala kepusingan tentang skripsi mulai bermunculan, bukan ada dari awal masa kuliah. Awal-awal kuliah cuma ada pikiran jadi panitia ospek, jadi anak BEM, jadi anak sok-sibuk-dengan-urusan-kampus, capaian akademik menjulang? Mana ada kepikir, bisa dapet nilai B aja rasanya udah alhamdulillah, dapet A? Bahagianya bisa lebih-lebih. Apalagi di jurusan yang penuh laporan, dari mulai laporan konseling sampai laporan konstruksi tes. Kepikiran sekolah master keluar negeri? Boro-boro. Sampai akhirnya setelah masuk semester 5. Banyak bermunculan berita baik dari teman yang berkesempatan untuk pertukaran pelajar dan melanjutkan studi di kancah manca negara.  Continue reading

Setelah Episode Hujan

img_6180
Banyu Mili, siapa sangka Katya yang selalu kagum pada Max Wangge, pewarta Barometer yang hilang itu memintanya jadi teman hidup. Kedatangan Katya persis saat Banyu menyerah mencari orang-orang yang hilang, juga sahabat terdekatnya, Max. Siapa yang tahu? Padahal bagi keduanya hujan punya arti yang berlainan.

Kamu tahu? Hujan memberitahuku banyak hal. Rintik hujan memberitahuku untuk tidak takut jatuh. Banyu berseloroh.

Daripada bicara tentang hal-hal yang tidak bisa kita lakukan, bagaimana kalau kita bicarakan hal yang bisa kita lakukan saat hujan? Meski duduk diam bersamamu saja aku sudah senang. Banyu meracau lagi.

Hadiah terbaik dari menemukan pasangan tepat adalah kita selalu bisa jadi diri sendiri. Ujar Katya dalam dekapan Banyu.

Setelah Episode Hujan.

Continue reading

Melangkah untuk Belajar  

 

Berusaha sekuat tenaga untuk kemudian berpasrah pada Sang Maha Kuasa

…..

S__8282119

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman : 13)

 

 Bismillah. Alhamdulillahirabbil’alamin.

Menghitung apa-apa yang kita miliki rasanya gak bakal pernah selesai dalam bilangan manusia, terlalu banyak hingga saking banyaknya mencapai bilangan tak hingga, rasanya terlalu gegabah jika mengkonversi segala yang kita dapatkan dalam hitungan manusia.

Allah SWT memberikan kesempatan pada hamba-Nya untuk senatiasa melangkah agar dapat belajar, bergerak maju untuk semakin mendekatkan diri pada Sang Maha. Tidak perlu berlari kencang jika memang tidak sanggup, tidak perlu berjalan terlalu cepat jika memang terlalu lelah, melangkah lah meski harus tertatih. Wajar jika merasa tak mampu, bukankah kewajiban kita adalah berusaha sekuat tenaga untuk kemudian berpasrah diri pada-Nya? Berpasrah agar Allah SWT mampukan kita untuk terus melangkah, aamiin.

Continue reading

Ada suatu ketika,

Ada suatu ketika, dimana seorang istri bersitegang dengan suaminya, merasa sang suami tidak mengerti dan tidak memahami perasaan sang istri. Yang ia tahu sang suami terlalu banyak menuntut.

Ada suatu ketika, dimana seorang suami bersikukuh dengan istrinya, merasa sang istri tidak melayaninya, dimatanya urusan rumah tidak ada yang beres. Yang ia tahu sang istri terlalu mengabaikan dirinya.

Continue reading

Taare Zameen Par

200px-TaareZameenPar

Entah kenapa tadi malam tetiba pengen banget nonton film Taare Zameen Par (yang artinya Every Child is Special, Setiap Anak Istimewa) untuk yang kedua kalinya dan entah kenapa jatuh cinta banget sama film India satu ini. Filmnya menceritakan tentang seorang anak dyslexia yang berjuang agar bisa diakui oleh ayahnya.

Kesulitan mengenali huruf dan angka membuat Ihsaan tidak naik kelas selama dua tahun berturut-turut di kelas 3 sekolah dasar. Guru-guru di sekolahnya geram melihat tingkah lakunya yang melulu onar. Ihsaan selalu mendapat nilai merah setiap kali ujian sekolah, tidak pernah tidak mendapatkan nilai merah disetiap mata pelajaran. Pada pelajaran bahasa ejaannya selalu saja salah, meski ibunya berkali-kali dengan sabar membantunya belajar dan mengerjakan soal, pada pelajaran matematika angka-angka seperti musuh yang sulit ditaklukan. Berbeda dengan kakaknya yang selalu mendapat peringkat pertama disetiap mata pelajaran, ditambah lagi kakaknya seorang atlit tennis yang giat berlatih, tidak seperti Ihsaan yang bahkan mengikat dasi saja seolah tugas yang sangat berat.

Keluarga Ihsaan sangatlah teratur dan disiplin segalanya terjadwal dengan sangat rapih. Meskipun sangat disiplin, keluarganya sangat sayang pada Ihsaan dan memberikannya kesempatan untuk menyalurkan bakat seninya. Berbeda dengan kakaknya, Ihsaan sangat senang melukis, imajinasinya sangat luas dan tidak terbatas. Anak laki-laki yang berusia 9 tahun ini sangat pandai melukis bahkan kamarnya dipenuhi hasil karyanya yang menyenangkan!

Continue reading

Ya Rabb,
Kubiarkan hayalku terbang mengelilingi duniaMu,
Kubiarkan hayalku melintasi dunia logika hingga aku tersesat dalam mimpi,
Ya Rabb,
Ku tahu, duniaMu luas karenanya aku titipkan hatiku padaMu,
karena Kau sebaik-baiknya penjaga hati

Hari ini gerimis sungguh halus

Hari ini gerimis sungguh halus
Lalu lalang pengendara
Abaikan pakaian yang mulai menghitam, basah

Hari ini gerimis sungguh halus
Lalu lalang ingatan
Abaikan nyata dalam diam, terpaku

Hari ini gerimis sungguh halus
Lalu lalang semangat
Abaikan lelah dalam riang, syukur

Hari ini gerimis sungguh halus
Lalu lalang harapan
Abaikan rindu dalam tangis, berdoa